Naskah Drama Friendship not Friendshit ✿乂◕‿◕乂


                                                     Friendship Not Friendshit

 

                    Orang bilang persahabatan itu bisa saja hanya memandang harta. Mereka bilang mereka sahabatan, tetapi sebenarnya mereka hanya ingin adu eksis, yang mana yang paling cantik dan yang mana yang paling kaya. Atau mungkin persahabatan itu seperti tempat curhat, tempat bertukar pikiran atau saling mendukung satu sama lain.

                    Seperti cerita hidup temanku yang satu ini. Namanya Lena Tania. Dia seorang gadis remaja 16 tahun yang memiliki teman yang banyak dan tentunya pacar. Remaja zaman sekarang sudah tidak tabu lagi dengan yang namanya pacaran. Mungkin bagi mereka pacaran itu adalah hal yang harus dipamer-pamerkan. Ya begitulah zaman sekarang. Zaman memang sudah berubah.

Casting :
Lena Tania ~ Annisa Yulita (@AYyulita)
Ambar Nisa Wahyu ~ Shella Puja Lestary (@shellapules)
Desni Kuta Putri ~ Swissty Wulandari (@swissty_w)
Gracia Geen ~ Siti Nidia Cahya Melinda (@nidiaa16)
Thalita Hanifah ~ Anggun Susilowati (@hyunanggun)
Sandra Lina ~ Davis Asta Sithoresmy (@davisast)
Juni Sefila ~ Firliska Andinia Pangestu (@FirliskaSJ)
Rita Chandra Lestari ~ Mei Roselina (@MeiRoselina)
Dilan ~ Boby Winanto (@bobywinanto)
Guru ~ Agung Prabowo (@aGuNg_Ap57)
Kameramen ~ Rasikhah Hafizhah (@Rasikhafh)



                    Perkenalan dimulai dari Gracia Geen. Dia adalah gadis remaja yang bisa dibilang cukup tenar disekolah, ya karena dia cantik plus dia orang bule. Ayahnya orang Belanda dan Ibunya orang Indonesia. Ya kayak zebra gitu blasteran. Nah dia ini mempunyai geng di sekolah. Cuma orang-orang kaya aja yang bisa masuk geng dia. Karena satu sekolah udah pada tau sikap kelakuan dia itu seperti apa, yang masuk di geng dia cuma empat orang ya kalo sama dia sih jadi 5 orang.

Gracia : “Hey you, take my bag please! It’s so heavy!”
Thalita : “OK madam”
Gracia : “ Today is a wonderful day!”
Thalita : “Whatever!”

                    Yang pertama namanya Thalita Hanifah. Dia adalah salah satu anggota gengnya Gracia oh ya nama gengnya Lavender. Jangan tertipu dengan namanya. Walaupun namanya Lavender tetapi sikapnya tidak mencerminkan seperti bunga lavender yang cantik dan harum.

Thalita : “Hey Sandra!”
Lina : “Iiih kan udah dibilang jangan panggil gue Sandra gue gak suka”
Thalita : “Sandra Sandra Sandra !!!!”
Gracia : “Emang kenapa dengan nama Sandra ?”
Lina : “Pokoknya jangan panggil gue Sandra!!”
Thalita : “Waduh ada yang nangis nih !!”
Lina : “Gue gak nangis kok”

                    Yang kedua adalah Sandra Lina. Dia juga merupakan anggota geng Lavender. Dia lebih suka dipanggil Lina dari pada Sandra. Mungkin nama Sandra seperti penyandraan bagi dia.
Gracia : “Hey guys, gimana kalo nanti kita makan di Restoran Prancis?”

Thalita : “Kalo di Mc Donald gimana?”
Lina : “Ehmm gue sih terserah aja”
Juni : “I gotta move like Jagger, I gotta move like Jagger, I gotta mooove like Jagger”
Gracia : “Hey Juni how about you?”
Lina dan Thalita : “Juniiiii!!!”
Juni : “Apa?” (muka watados)

                    Yang ketiga Juni Sefila. Dari namanya aja kita udah bisa tebak dia lahir bulan apa. Nah kalo remaja yang satu ini dia hobinya dengerin musik. Kemana-mana pake headset ya kadang bikin anggota gengnya marah gitu gara-gara dia gak denger mereka.  
Lina : “Rita kita ke kantin yok!”
Rita : “Apa hunting?”

                    Yang keempat Rita Chandra Lestari. Nah kalo yang satu ini dia sering dibuli di gengnya. Ya karena dia selalu gak nyambung kalo diajak ngomong. Orang bilang A dia bilangnya Z. Jauh banget. Karena dia kaya makanya dia masuk geng Lavender. Nah satu lagi ni, walaupun dia orangnya agak-agak gimana gitu, dia juga sedang mengalami masa-masa Fall in love with someone seperti cewek lainnya.

                    Lepas dari Geng Lavender, masih ada remaja yang….. yaaa… bisa dibilang dia sederhana tapi mereka bukan geng melainkan sahabat. Sahabat itu beda dengan geng sobat. Sahabat itu tidak memandang dari kaya atau miskin melainkan hati.

 Mereka adalah Lena Tania, Ambar Nisa Wahyu dan Desni Kuta Putri.

Tania : “Pagi teman-teman”
Wahyu dan Putri : “Pagi”
Tania : “Oh iya hari ini lo ulang tahun kan nisa? Happy Birthday ya”
Wahyu : “hehhehe makasih ya, kok lo inget sih ulang tahun gue?”
Tania : “Inget dong pastinya. Buat sahabat yang satu ini apa sih yang gak inget”
Putri : “Hahhaha selamat ulang tahun ya Nisa. Wah kayaknya hari ini kita bakal kenyang nih”
Tania : “Hahahaha bagaimana nisa? Apakah kami akan kenyang hari ini?”
Wahyu : “Hmmm liat nanti deh”
Tania dan Putri : “ Yaaaaah”
Wahyu: “Eits, tunggu dulu. Tapi karena kalian inget sama ulang tahun gue yaaa es krim kayaknya enak juga!”
Putri : “enak banget enak banget”
Tania : “Hmm boleh juga tuh, gimana kalo es krim yang di tokonya Dilan?”
Wahyu : “Oke oke oke”
Putri : “Kenapa harus di tokonya Dilan?”
Tania : “Ya karena es krimnya enak”
Putri : “Hmm iya juga sih” (Penasaran)

                    Ketika pulang sekolah mereka bertiga pun langsung ke tokonya Dilan. Oh iya Dilan itu temen mereka satu sekolah. Sebenarnya Tania suka Dilan sejak awal masuk SMA, tapi Tina gak berani bilang sama dia yang anehnya lagi temanya sendiri gak tau kalo Tina suka sama Dilan.

                    “Dilan itu sederhana, manis, perhatian, dan baik” itu yang selalu Tania katakan pada dirinya sendiri. Entah kenapa dia gak pernah mau bilang sama temanya kalo dia suka sama Dilan.

Putri : “Tania” (sambil melambaikan tangan)
Tania : “oh hai” (Membalas lambaian tangan Putri sambil berlari menghampiri Putri)
Putri : “mana Nisa? Jangan-jangan dia bohong”
Tania : “Ngapain dia bohong sama kita. Ya wajar aja, kan kita bertiga beda kelas ya pastinya kalo mau ketemuan pasti susah”
Putri : “Nah itu dia, Nisa kami di sini” (sambil melambaikan tangan pada nisa)
Nisa : (menghampiri Putri dan Tania) “Kalian di sini rupanya, gue udah nyari kalian keliling kelas nih”
Tania : “Lebay nih, yok kita beli es krim”
Putri : “Ayok”

(Musik di toko Noah ~ Separuh Aku) Sesampainya mereka di toko es krimnya Dilan. Mereka bertemu Geng Lavender yang sedang ngegosip.

Gracia : “Look girls, ada anak-anak kampungan datang ke sini”
Thalita : “Idih ngapain mereka ke sini?”
Rita : “Kepo nih nanya-nanya”
Lina : “Iiih Rita, itu bukan kepo”
Juni : (nangis terisak-isak)
Gracia : “Why you are crying June?”
Juni : “Nama gue Juni bukan June!” (melanjutkan nangisnya)
Gracia : “Whatever, kenapa lo nangis?”
Lina : “tau nih aneh deh”
Juni : “Lo tu yang aneh, udah tau ni lagunya sedih banget tapi lo gak nangis”
Thalita : “yaaah dikirain apaan, ya udah sekarang kalian mesan apa ni Dilan udah nunggu”
Rita : “Kalo aku mesen kamu gimana?” (ngomong sama Dilan)
Dilan : “hmm hahhaha”
Rita : “kok malah ketawa sih? Kamu lucu deh”
Gracia : “Rita Stop it this is ice cream shop not sale people. Gue mesen Creamy Ice Cream satu.”
Lina : “Gue peanut Ice Cream deh satu”
Thalita : “Almond Ice cream satu”
Juni : “Sama deh”
Rita : “Es krim rasa coklat aja satu”

Tania melihat Dilan sedang menerima pesanan dari geng Lavender. Dan secara tidak langsung dia terus menatap Dilan sampai tidak sadar Dilan sudah ada di hadapannya dan menanyakan pesanan.

Dilan : “Hey kalian ngapain ke sini?”
Putri : “Ya makan es krim la ini kan toko es krim masa kami makan karedok sih hahhaha”
Wahyu : “Tau ni si Dilan aneh nanyanya”
Putri : “Oh ya Nisa ulang tahun lo Dilan. Makanya kami ditraktirin es krim”
Dilan :  “wah ulang tahun gak bilang-bilang ni”
Wahyu : “Trus gue harus bilang di depan podium sekolah pake toak gitu”
Dilan : “Ya gak di podium pake toak juga kali hahhaha”
Putri : “Oh iya gue mesen es krim strawberry ya pake astor”
Wahyu : “Gue es krim durian aja deh”
Dilan : “Oh oke, Tania? Kamu pesan apa?”
Tania : (hanya tersenyum dan sambil menatap Dilan)

(Lagu Taylor Swift ~ You Belong With Me)

Wahyu : “Tan, Tania?”
Tania : “kenapa?”
Putri : “ Lo ditanyain mau mesen apa kok malah senyum-senyum sendiri?”
Tania : “ oh eh gak ah, aku mesen es krim rasa coklat ja deh satu”
Dilan : “oke, kamu gak sakit kan?”
Tania : “gak, gak kok”
Dilan : “ooh okd jangan melamun terus ntar kesambet lo. Gue ambilin pesanan kalian dulu ya”

Malam harinya Tania pun tidak focus mengerjakan PR dan terus senyum-senyum karena ingat muka Dilan.
Tania : “Hmm dia manis ya, perhatian lagi. Malu banget deh gue senyum-senyum di depan dia tadi. Kenapa tadi gue ngelamun di depan dia. Aduh malu banget gue. Oh ya apa gue sms aja kali ya. Tapi sms apa. Masa gue sms maaf ya tadi gue ngelamun di toko lo, kan gak masuk akal. Aduh gimana ni” (ngomong sama buku)

Di sekolah.

Guru : “Ada yang mau ditanyakan dari materi logaritma ini?”
Murid : “Gak pak”
Guru : “Baiklah kalo gitu kita bakal ulangan minggu depan”
Murid : “yaaaah pak cepat kali”
Guru : “Oh ya seminggu kedepan kita bakal libur karena kakak kelas kita yang kelas 3 akan TRY out jadi kalian ulangannya 2 minggu lagi”
Murid : “yeeeee”
Guru : “Nah sekarang kita pulang setengah hari tapi setelah kalian membersihkan ruangan kelas buat try out”
Gracia : “Ah it’s not fair”
Rita : “Apa? Fairy Tale?”
Gracia : “it’s not fair not fairy tale”
Thalita : “weirdo”
Lina : “Liburan kemana nih girls? Shopping yok?”
Gracia : “ofcourse. We are gonna shopping at Korea”
Rita : “Apa? Gorengan? Gak mau ah mending shoping aja”

Lina : “Rita, kuping lo udah pernah dikorek belum sih? Lo torek kok berlebihan”
Thalita : “udah la mending kita cepet-cepet beresin ni kelas biar kita cepet pulang”
Gracia : “Ngapain kita beresin kelas jorok ini mending kita makan di kantin”
Rita : “okeh”
Juni : “Goodbye baby goodbye la la la la la, yuk caw”

Meanwhile

Secara tidak sengaja Dilan menabrak Tania yang sedang membawa ember pel yang penuh dengan air.

Tania : “ aah, hati-hati dong kalo jalan. Jalan itu pake mata bukan pake dengkul” (dia tidak menyadari bahwa yang dia tabrak adalah Dilan. Lelaki pujaan hatinya)
Dilan : “Eh sorry sorry, aku gak sengaja. Maaf ya udah buat air pel-annya tumpah” (tersenyum melihat Tania)
Tania : “Eh ternyata elo Dilan, gue kira siapa. Iya gak apa-apa kok” (Tersipu malu)
Dilan : “Sini-sini aku bantuin ambil airnya lagi” (sambil memberdirikan ember pel)
Tania : “ah gak usah, aku bisa ambil sendiri kok maaf ya tadi aku teriak-teriak di depan lo”
Dilan : “iya gak apa-apa”
Tania pun menghampiri Putri dan Nisa di kelas setelah mengambil air pel.
Putri : “Tan, cepet sini biar kita cepat pulang”
Wahyu : “Kok lo malah senyum-senyum gitu sih?”
Tania : “Ha gak kok gak apa-apa, ni airnya”
Putri : “eleh-eleh jangan-jangan lo lagi jatuh cinta ya?”
Tania : “Apa? Jatuh cinta? Baku amat bahasanya. Sekarang zaman gahol yang ada itu Fall In Love”
Putri : “ya sama aja. Berarti bener dong? Sama siapa?”
Wahyu : “Sama Dani? Atau sama Cakra?”
Putri : “Dani mana nih? Dani Putra?”
Wahyu : “apa Dani Putra yang longor itu? Yang pake kacamata kayak Harry Potter?”
Putri : “Idiiiih kok mau sih Tan?”
Tania : “siapa yang suka sama Dani.orang aku suka orang lain. Cowok yang manis, sederhana, baik, perhatian haaaa perfect deh buat gue”
Putri: “Jadi siapa? Bikin penasaran aja nih”
Wahyu : “tau nih sahabat sendiri juga masa gak mau cerita sih”
Tania : “hehhehehe iya deh ntar aku kasih tau kalo pas liburan”
Putri : “Lama kali sekarang aja napa, penasaran nih”
Tania : “yaelah liburannya besok gak lama pun nunggu besok”

Merekapun melanjutkan beres-beres kelas lalu pulang.

Sesampainya Putri di rumah dia penasaran sama orang yang Tania suka. Dia terus memikirkan siapa cowok itu dan berbicara dalam hati. Tapi dia mencuriga Dilan.

Putri : “Siapa ya yang dia suka? Apa mungkin Dilan? Hmmm nunggu besok aja deh”

Pagi harinya Putri dan Wahyu jemput Tania untuk jogging bersama.

Wahyu : “Tania!!”
Putri : “Kayaknya dia masih tidur deh tu”
Wahyu : “kalo gitu kita telpon aja dia”
Di kamar, hp Tania berdering dan melihat telpon masuk dari Nisa
Tania : “Oh iya iya ntar ya gue ke bawah”
Wahyu : “Cepetaaaaan”

Saat jogging di taman

Gracia : “Come girls, yang kenceng dong larinya, ini jogging bukan lomba jalan santai”

Thalita: “gue juga tau ini jogging tapi gak kenceng-kenceng juga larinya kan bukan olimpiade atena kali, pengap nih”
Rita: “haa? Mesin uap? Hello mana ada jaman sekarang mesin uap”

Juni: “Eeh busyett dah nih bocah..nih dari pada lu tulalit mulu, mending lu dengerin ini nih”

Lina: “eehh liat tuh ada penampakan”
Rita: “haa? Mana ? emang acara dunia lain apa?mana kamera nya?gue udah ngelambaiin tangan nih . nyera- nyerah”
Juni: “dan kau hadir, mengubah segalanya” nooh liat Dilan di ujung tuh
Rita: “Dilan? Mana ?”
Gracia: “What you like Dilan? OMG ,dari pada you you semua bikin konfrensi meja bundar disini, mending lo and Lina beliin gue pocari sweat dong haus ni” (nunjuk Rita dan Lina, sambil mengipas-ngipas)
Thalita : “How about me?”
Gracia : “You just stay and kipasin me!”
Thalita : (terlihat kesal sambil mengipas Gracia dengan kipas yang selalu Gracia bawa ke mana-mana)
Rita dan Lina pergi membeli pocari sweat
Rita : “Dia ganteng banget ya” (sambil senyum-senyum)
Lina : “udah samperin aja gih, sekalian tembak aja mumpung dia sendirian ini”
Rita : “okeh”

Rita menghampiri Dilan yang sedang jogging
Rita : “Hay, sendirian aja nih?”
Dilan : “oh hay, iya nih”

Setelah agak lama berbicara Rita pun berniat untuk mengungkapan rasa sukanya terhadap Dilan

Rita : “Dilan, sebenarnya gue suka sama lo. Lo suka gak sama gue?”
Dilan : (hanya tersenyum)

Sementara itu Tania, Nisa dan Putri sedang jogging di taman yang sama dan kebetulan Nisa melihat Dilan duduk berduaan sama Rita.

Wahyu : “Tan, liat deh. Itu Dilan kan?”
Tania : “mana? (sedang mencari) oh iya”
Putri : “Ngapain ya dia sama Rita di situ? Berduaan lagi”
Tania : (terdiam dan terlihat kecewa)
Putri : “oh ya katanya lo mau ngasih tau lo suka sama siapa? Siapa sih?”
Wahyu : “apa mungkin Dilan ya?”
Tania : (mengangguk-angguk)
Nisa : “terus lo gak jelous liat dia berduaan sama Rita?”
Tania : “Ya biarin aja toh paling dia gak suka samaku ini” (menekuk muka)
Putri : “lama nih, Nis, ayo kita bawa Tania lewatt depan Dilan”
Wahyu : “hmm” (mengangguk)
Tania : “eh eh eh jangan la, sumpah gue tambah jelous nanti”
Putri : “udah ayook”

Tania memberanikan diri untuk berlari di depan Dilan bersama Wahyu dan Putri

Dilan : “Hey Tan, Nis, Put” (berdiri dan menghampiri mereka)
Putri : “eh Dilan, jogging juga?”
Dilan : “hehehe iya nih biar sehat, oh ya Tan gue mau bilang sesuatu nih”
Tania : “ha? Mau bilang apa?”
Dilan : “Sebenarnya gue udah tau lo dari lama, yaaa semenjak smp. Nah dari situ gue terus nanyain lo sama temen gue, katanya lo baik, ramah, and pinter”
Tania : “hehehhe bisa aja”
Dilan : “iya beneran, nah sebenernya gue pernah suka sama lo pas smp”
Wahyu : “Ciyeeeee”
Rita : “kan pas smp, berarti sekarang udah enggak” (tersenyum senang)
Dilan : “hmm justru itu gue suka lo dari smp sampe sekarang, gue Cuma penasaran aja. Lo pernah suka gak sama gue?”
Putri : “pasti la”
Tania : “hush, sebenarnya gue suka sama lo semenjak masuk sma jadi bukan pernah tapi lagi suka sama lo”
Rita : “apa?” (pergi meninggalkan mereka dengan air mata)
Dilan : “wah bagus deh lega rasanya lo suka sama gue juga”

Rita mengadu dengan geng Lavender

Lina : “apa? Dia suka cewek copo itu di banding lo?”
Gracia : “ya wajar la, lonya tulalit kok siapa mana mungkin dia mau sama lo”
Juni : “wah wah lo kelewatan banget sih, ini temen lo sendiri”
Gracia : “whatever dia anak buah gue ini”
Juni : “ooh jadi gini ya ketua geng kita ok fine I’m out from this geng”
Rita : “gue juga”
Lina : “Males banget gue jadi tukang suruh lo terus emang kami babu apa?”
Thalita : “akhirnya saat ini datang juga, I’m absolutely out from this geng”
Gracia : “what are you thinking girls? You are nothing without me you know that”
Lina, Juni, Rita, dan Thalita : “whatever”

Mereka meninggalkan Gracia sendiri yang sedang kesal atas kawan-kawannya

Juni : “udah Rita, gak apa-apa masih banyak cowok lain kok”
Lina : “iya, lagian si Dilan gak ganteng kok ya cocok la sama si copo itu”
Rita : “iya ya ngapain gue suka sama cowok yang seleranya rendahan kayak gitu”
Thalita : “akhirnya tulalitnya hilang”
Rita : “apa? Oralit?”
Juni, Lina, Thalita : “RITAAAA!!”
Rita : “apaaa?”

Mereka akhirnya menyadari artinya seorang sahabat. Sahabat itu bukan sama seperti babu atau anak buah dan baik ketika ada maunya aja. Sahabat itu tidak perlu membuat geng dan tidak memandang kasta.

Sedangkan Tania, dia sudah belajar bagaimana untuk jujur pada dirinya sendiri. Kejujuran pada diri sendiri itu sangat diperlukan agar kita merasa lega telah menyampaikannya. Untuk Nisa dan Putri mereka belajar untuk tetap saling mendukung satu sama lain dan saling membantu. Tidak memandang kasta dan menerima apa adanya.

Oh iya ada yang ketinggalan, untuk Gracia dia sudah menerima hasil dari perbuatannya dan dia akan berubah suatu saat nanti.
SELESAI



Behind the scene : 













Masih banyak lagi tapi dalam bentuk video sih hehehhehe



Comments
0 Comments

Post a Comment